KHUTBAH JUM’AT, 11 PEBRUARI 2011

Assalamu’alaikum Wr. Wb
َاَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Hadirin sidang jumat rahimakumulloh
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dan janganlah mati sebelum kita benar-benar dalam keadaan muslim. Amin
Hadirin sidang jumat rahimakumulloh
Pada kesempatan yg berbahagia ini, marilah kita renungkan suatu Firman Alloh dalam Surat At-Taubah 9:70, Yang artinya,“Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”
Berita-berita kaum terdahulu merupakan bagian penting dalam Al-Qur’an, merupakan hal yang patut kita renungkan dan kita ambil pelajarannya. Sebagian besar dari kaum terdahulu yang telah dibinasakan Allah telah mengingkari, bahkan memusuhi nabi yang diutus kepada mereka. Kelancangan mereka mengundang kemurkaan Allah, dan mereka pun disapu bersih dari muka bumi.
Hadirin sidang jumat rahimakumulloh 
5000 tahun yang lalu Nabi Nuh diutus untuk mengingatkan umatnya yang telah meninggalkan ayat-ayat Allah dan menyekutukan-Nya, kemudian mengajak mereka menyembah Allah semata dan menghentikan pembangkangan mereka. Tetapi kaum Nabi Nuh menolak dan terus menyekutukan Allah. Sebagai azab atas kelalaian mereka maka Allah mengirimkan banjir yang menenggelamkan mereka dan menyelamatkan Nabi Nuh beserta kaumnya yang beriman. Kejadian ini dikabarkan dalam Surat Al-A’raaf 7:64, yang artinya, “Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).”
Bukti terjadinya banjir ini ditemukan di dataran Mesopotamia di Timur Tengah yang terletak di antara 2 sungai yaitu Sungai Eufrat dan Tigris. Kedua sungai ini dulunya meluap membanjiri Mesopotamia ditambah dengan hujan yang sangat lebat, sehingga mengakhiri suatu peradaban seluruhnya secara seketika.
Hadirin sidang jumat rahimakumulloh

4000 tahun yang lalu Nabi Luth mengingatkan kepada kaumnya supaya meninggalkan perilaku menyimpang mereka yaitu penyimpangan seksual secara bar-bar berupa sodomi. Ketika Luth menyeru mereka untuk menghentikan penyimpangan tersebut dan menyampaikan peringatan Allah, mereka mengabaikannya, mengingkari kenabiannya, dan meneruskan penyimpangan mereka.

Pada akhirnya kaum ini dimusnahkan dengan bencana yang mengerikan, yaitu dengan dijungkirbalikkannya kota tempat tinggal mereka. Kejadian ini dikabarkan dalam Surat Al-Hijr 15:73-76, yang artinya, “Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu belerang yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).”
Bukti mengenai kejadian ini ditemukan dalam dasar Laut Mati atau Danau Luth di daerah Timur Tengah. Menurut para ahli terbentuknya Danau Luth atau Laut Mati ini melalui sebuah peristiwa gempa bumi dahsyat yang disertai dengan letusan, petir, keluarnya gas alam, serta lautan api.

Allah menggambarkan peristiwa ini dalam Surat Yaasiin: 29, yang artinya, “Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.”
Hadirin sidang jumat rahimakumulloh

3000 tahun yang lalu, Nabi Hud juga diutus Allah untuk kaum ‘Ad, sebagaimana yang telah dilakukan nabi-nabi sebelumnya, memerintahkan kepada mereka untuk beriman kepada Allah dengan tidak menyekutukan-Nya. Namun mereka menanggapinya dengan rasa permusuhan. Kaum ‘Ad adalah kaum yang suka membuat bangunan-bangunan di tempat yang tinggi dan membangun gedung-gedung yang indah dengan harapan mereka akan hidup di dalamnya selama-lamanya. Disamping itu mereka berbuat kejahatan dan berlaku bengis dan kejam.

Kaum yang menunjukkan permusuhan kepada Hud dan melawan Allah itu benar-benar dibinasakan. Badai pasir yang mengerikan membinasakan kaum ‘Ad seakan-akan mereka tidak pernah ada. Kejadian ini dikabarkan dalam Surat Al-Haaqqah 69:6-8, yang artinya, “Adapun kaum ‘Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin dan kencang, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus; maka kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorang pun yang tinggal di antara mereka.”
Bukti tentang azab kaum ‘Ad ini pun juga tersingkap baru-baru ini, di daerah Arabia Selatan tepatnya di negara Oman bagian barat telah dilakukan penggalian hingga ditemukan situs yang menandakan bahwa di daerah tersebut pernah ada gemerlapnya kota yang dihuni oleh kaum ‘Ad. Kota ini telah tertimbun oleh pasir sedalam 12 meter yang diakibatkan oleh adanya badai pasir yang menerpa kaum ‘Ad secara seketika.
Hadirin sidang jumat rahimakumulloh

Kisah-kisah seperti yang disebutkan di atas beserta kisah Nabi Musa dengan Fir’aun, kisah Nabi Shalih dengan kaum Tsamud, kisah Nabi Syu’aib dengan penduduk Madyan, dan kisah-kisah yang lainnya dapat diambil hikmahnya oleh umat manusia.
Hikmah yang pertama berkaitan dengan Surat Al-Baqarah: 2, “dzaalikal kitaabu laa raibafiihi hudallil muttaqiin, Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” Bahwa ayat-ayat Al-Qur’an turun 14 abad silam, tetapi apa yang dikandung dalam ayat-ayat tersebut telah terbukti kebenarannya oleh penemuan-penemuan ilmiah modern. Sehingga kisah negeri-negeri yang musnah bukanlah kisah semacam legenda yang tidak jelas kebenarannya, tetapi kisah-kisah tersebut adalah nyata dan disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai pelajaran bagi kaum-kaum sesudahnya.
Hikmah yang kedua, sesungguhnya kaum-kaum yang dimusnahkan tersebut telah berbuat dzalim, baik dzalim terhadap Allah maupun dzalim terhadap sesama manusia. Mereka tidak mau beriman kepada Allah, ingkar terhadap perintah-perintah-Nya dan berlaku kejam kepada manusia. Begitu pun dengan kita, apabila terdapat kaum yang dzalim terhadap Allah, dan menganiaya kepada sesama manusia dalam bentuk apa pun, maka yang akan diperoleh adalah kehancuran. Kehancuran ini dapat berupa kehancuran di dunia maupun di akhirat. Maka dari itu, marilah kita senantiasa berpegang teguh pada aturan-aturan yg telah ditetapkan oleh Alloh dan Rosul-Nya, karena sesungguhnya Allah adalah Yang Maha Adil, jika seseorang berbuat dzalim, maka Allah pun akan menimpali kedzaliman kepadanya.

Baarakallaahulii wa lakum.


اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إلهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ: ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ
قَالَ الله تَعَالَى:
إِنَّ الله وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمٌَ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sumber: oase qalbu
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: